IPTEK dan AGAMA

Ilmu dan pengetahuan adalah sepasang kata yang sulit kita pisahkan. Bahkan kedua kata ini sering terdengar berdampingan, misalnya dalam kata Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan lain-lain. Tapi ada hal yang mendasar yang membedakan kata ilmu dan pengetahuan. Yaitu, pada dasarnya “ilmu” telah tersedia di alam semesta, dan ilmu yang telah ditemukan dan dipahami oleh manusia merupakan sebuah pengetahuan yang dimiliki manusia.

Semakin berkembangnya zaman dan semakin bertambahnya usia, maka semakin banyak pula ilmu yang ditemukan dan pengetahuan yang berkembang. Salah satunya adalah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Perubahan atau perkembangan IPTEK juga mengakibatkan perubahan zaman, dari zaman satu kezaman lain. Misalkan, pada zaman batu, IPTEK manusia yang berkembang sebatas pengetahuan tentang bebatuan, itupun hanya mencapai cara menggunakan alat-alat dari batu. Tapi, semakin bertambahnya ilmu manusia, akhirnya manusia memasuki zaman sejarah hingga zaman modern. Dan semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula teknologi-teknologi yang dikembangkan.

Teknologi-teknologi yang dikembangkan bertujuan untuk membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Awalnya, teknologi yang diciptakan hanyalah dalam bidang informasi, komunikasi dan transportasi. Tapi semakin berkembangnya ilmu dan pengetahuan, semakin banyak pula teknologi yang diciptakan. Memang, semakin banyak teknologi, semakin ringan pula beban aktivitas yang harus dipikul manusia. Mungkin nanti bisaseluruh pekerjaan manusia terambil alih oleh teknologi-teknologi yang ada, termasuk pekerjaan membuat dan mengoperasikan teknologi itu sendiri.

Lalu, apa bila semua pekerjaan manusia terambil alih, maka apa lagi aktivitas yang harus dilakukan manusia ?? lalu apa lagi fungsi manusia ?? jika tidak berfungsi lagi, bukankah sebaiknya di tiadakan saja ?? jika begitu, berarti punahlah manusia. Apakah itu tujuan akhir dari teknologi ??jika memang itu, berarti sebuah akhir yang tragis dari manusia yang diklaim sebagai mahluk paling sempurna di alam ini. Nah, untuk itu kita sebagai mahasiswa khususnya, sebagai kaum muda umumnya tidak hanya sadar akan pentingnya perkembangan ilmu dan pengetahuan, tapi juga harus ingat dan menyadari tujuan utama diciptakannya manusia, yaitu sebagai pengatur, pengelola dan perawat alam semesta ini, khususnya bumi.

Memahami perkembangan ilmu dan pengetahuan sangatlah penting,karena jika tidak, kita akan mudah tergilas oleh roda zaman. Tapi memahami fungsi utama manusia sebagai pengatur, pengelola dan pemelihara alam ini justru jauh lebih penting. Disamping untuk menjaga keberlanjutan kehidupan di alam, juga menunjukan eksistensi fungsi manusia, karena jika manusia sudah tidak berfungsi bukankah sama dengan sampah yang harus disisihkan saja ??

Untuk memahami fungsi utama manusia, berarti kita harus juga memahami bagaimana manusia itu diciptakan, dengan apa manusia itu diciptakan, dan oleh siapa manusia diciptakan. Yap, semua ini ada kaitannya dengan agama. Karena kelestarian alam sekitar juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur tingkat ketaqwaan manusia. Dengan lestarinya alam sekitar, maka ketaqwaan manusia yang mendiaminya juga tinggi, tapi dengan semakin buruknya kelestarian alam sekitar, maka semakin rendah juga ketaqwaan manusia yang mendiaminya.

Maka dari itu, imbangilah antara ilmu pengetahuan dengan agama, agar kita menjadi manusia yang bertaqwa, bertawakkal, berbudi luhur dan berilmu pengetahuan luas dan bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s